Mozaik Islam

Puasa Ramadhan, Fiqih Shalat, Rahasia Sunnah, Zakat Fitrah, Haji dan Umrah

Etika Bercanda

  1. Hendaknya percandaan itu adl benar tdk mengandung dusta. Dan hendaknya pecanda tdk mengada-ada cerita-cerita khayalan supaya orang lain tertawa. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Celakalah bagi orang yg berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang byk jdi tertawa. Celakalah baginya & celakalah“. (Hadis Riwayat: Ahmad & dinilai hasan oleh Al-Albani).
  2. Hendaknya percandaan tdk mengandung unsur menyakiti perasaan salah seorang di antara manusia. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang di antara kamu mengambil barang temannya apakah itu hanya canda atau sungguh-sungguh; & jika ia telah mengambil tongkat temannya, maka ia harus mengembalikannya kepadanya“. (Hadis Riwayat: Ahmad & Abu Daud; dinilai hasan oleh Al-Albani).

Readmore…


Etika Berbeda Pendapat

  1. Sebisa mungkin berusaha utk tdk memperuncing perselisihan, yaitu dgn cara menafsirkan
  2. Berusaha sebisa mungkin utk tdk mudah menyalahkan orang lain, kecuali sesudah penelitian yg dalam & difikirkan secara matang.
  3. Berlapang dada di dalam menerima kritikan yg ditujukan kpd anda atau catatan-catatang yg dialamatkan kpd anda.
  4. Sedapat mungkin menghindari permasalahan-permasalahan khilafiyah & fitnah.

Readmore…


Etika Berbicara

  1. Menghindari perdebatan & saling membantah, sekali-pun kamu berada di fihak yg benar & menjauhi perkataan dusta sekalipun bercanda. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku adl penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yg menghindari bertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; & (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yg meninggalkan dusta sekalipun bercanda“. (Hadis Riwayat: Abu Daud & dinilai hasan oleh Al-Albani).
  2. Tenang dalam berbicara & tdk tergesa-gesa. Aisyah Radhiallaahu ‘anha. telah menuturkan: “Sesungguhnya Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam apabila membicarakan sesuatu pembicaraan, sekiranya ada orang yg menghitungnya, niscaya ia dpt menghitungnya”. (Mutta-faq’alaih).

Readmore…


Etika Berpakaian dan Berhias

  1. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda kpd salah seorang shahabatnya di saat beliau melihatnya mengenakan pakaian jelek : “Apabila Allah Tabaroka wata’ala mengaruniakan kepadamu harta, maka tampakkanlah bekas ni`mat & kemurahan-Nya itu pd dirimu. (Hadis Riwayat: Abu Daud & dishahihkan oleh Al-Albani).
  2. Pakaian harus menutup aurat, yaitu longgar tdk membentuk lekuk tubuh & tebal tdk memperlihatkan apa yg ada di baliknya.
  3. Pakaian laki-laki tdk boleh menyerupai pakaian perempuan atau sebaliknya. Karena hadits yg bersumber dari Ibnu Abbas Radhiallaahu ‘anhu ia menuturkan: “Rasulullah melaknat (mengutuk) kaum laki-laki yg menyerupai kaum wanita & kaum wanita yg menyerupai kaum pria.” (Hadis Riwayat: Al-Bukhari).

Readmore…


Etika Minta Izin

  1. Hendaknya orang yg akan meminta izin memilih waktu yg tepat utk minta izin.
  2. Hendaknya orang yg akan minta izin mengetuk pintu rumah orang yg akan dikunjunginya secara pelan. Anas Radhiallaahu ‘anhu meriwayatkan bahwasanya ia telah berkata: Sesungguhnya pintu-pintu kediaman Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam diketuk (oleh para tamunya) dgn ujung kuku“. (Hadis Riwayat: Al-Bukhari di dalam Al-Adab Al-Mufrad & dishahihkan oleh Al-Albani).

Readmore…


Adab (Etika) Memberi Salam

  1. Dianjurkan mengucapkan salam 3 kali jika khalayak byk jumlahnya. Di dalam hadits Anas disebutkan bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam apabila ia mengucapkan sesuatu kalimat, ia mengulanginya 3 kali. Dan apabila ia datang kpd sesuatu kaum, ia memberi salam kpd mereka 3 kali” (Hadis Riwayat: Al- Bukhari).
  2. Makruh memberi salam dgn ucapan: “Alaikumus salam” karena di dalam hadits Jabir Radhiallaahu ‘anhu diriwayatkan bahwasanya ia menuturkan : Aku pernah menjumpai Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam maka aku berkata: “Alaikas salam ya Rasulallah”. Nabi menjawab: “Jangan kamu mengatakan: Alaikas salam”. Di dalam riwayat Abu Daud disebutkan: “karena sesungguhnya ucapan “alaikas salam” itu adl salam utk orang-orang yg telah mati”. (Hadis Riwayat: Abu Daud & At-Turmudzi, dishahihkan oleh Al-Albani).

Readmore…


Etika di Jalan

  1. Memelihara pandangan mata, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman yg artinya: “Katakanlah kpd orang laki- laki beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, & memelihara kemaluannya; yg demikian itu adl lbh suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Yang Maha Mengetahui apa yg mereka perbuat. Dan katakanlah kpd wanita yg beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, & memelihara kemaluannya….” (An-Nur: 30-31).
  2. Berjalan dgn sikap wajar & tawadlu, tdk berlagak sombong di saat berjalan atau mengangkat kepala karena sombong atau mengalihkan wajah dari orang lain karena takabbur. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman yg artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) & janganlah kamu berjalan di muka bumi dgn angkuh. Sesungguhnya Allah tdk menyukai orang-orang yg sombong lagi membanggakan diri“. (Luqman: 18)

Readmore…


Hukum Memelihara Ikan Hias dalam Aquarium

Tanya
Apakah diperbolehkan menangkap burung serta memasukkannya ke dalam sangkar, kemudian disimpan di dalam rumah sbg hiasan seperti burung kakatua & jenis burung lainnya, atau burung bulbul utk mendengarkan kicauannya, atau memelihara ikan dalam aquarium? Readmore…


Etika Tidur dan Bangun

  1. Berintrospeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuhasabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yg telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kpd Allah Subhanahu wata’ala & jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali & bertobat kepada-Nya.
  2. Tidur dini, berdasarkan hadits yg bersumber dari `Aisyah Radhiallahu’anha “Bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tidur pd awal malam & bangun pd pengujung malam, lalu beliau melakukan shalat”.(Muttafaq `alaih)

Readmore…


Hukum Memakan Bawang Putih, Bawang Merah atau Kurrats Sebelum ke Masjid

Pertanyaan

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Telah diriwayatkan dalam hadits shahih, larangan terhadap orang yg makan bawang merah, bawang putih, atau kuras (bawang daun) lalu pergi ke masjid. Apakah dpt ditambahkan pd hal-hal tersebut sesuatu yg mempunyai bau busuk & haram seperti rokok? Dan apakah hal itu berarti bahwa orang yg telah makan hal-hal tersebut diberi kelonggaran utk meninggalkan shalat berjama’ah sehingga ia tdk berdosa bila meninggalkannya?

Jawaban

Telah diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda.

Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah, maka janganlah ia mendekati masjid kami & hendaklah ia shalat di rumahnya” [Al-Bukhari, kitab Al-Adzan 855, Muslim, kitab Al-Masajid 73, 564] Readmore…