Mozaik Islam

Puasa Ramadhan, Fiqih Shalat, Rahasia Sunnah, Zakat Fitrah, Haji dan Umrah

Pasar Modal Syariah

Istilah sekuritas (securities) seringkali disebut juga dgn efek, yakni sebuah nama kolektif utk macam-macam surat berharga, misalnya saham, obilgasi, surat hipotik, & jenis surat lain yg membuktikan hak milik atas sesuatu barang. Dengan istilah yg hampir sama, sekuritas juga dpt dipahami sbg promissory notes/commercial bank notes yg menjadi bukti bahwa satu pihak mempunyai tagihanpada pihak lain.

Adapun,yang dimaksud dgn sekuritas syariah atau efek syariah adl efek sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal yg akad, pengelolaan perusahaan, maupun cara penerbitannya memenuhi prinsip-prinsip syariah. Readmore…


Akad Perjanjian Transaksi Gadai Syariah

  1. Qadr al-Hasan
    Akad ini digunakan nasabah utk tujuan komsumtif. Oleh karena itu nasabah akan dikenakan biaya perawatan & penjagaan barang gadaian kpd pegadai.

Readmore…


Pegadaian Syariah

Rukun & Syarat Transaksi Gadai

  1. Rukun Gadai
    1. Ada ijab & qabul (shigat).
    2. Terdapat orang yg berakad adl yg menggadaikan (rahin) & yg menerima gadai (murtahin).
    3. Ada jaminan (marhum) berupa barang / harta.
    4. Utang (marhun bih).

Readmore…


Usaha Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPR Syariah)

Usaha BPR Syariah utk melangsungkan kegiatan operasionalnya antara lain:

  1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam simpanan deposito berjangka, tabungan, & atau bentuk tabungan lainnya yg dipersamakan dgn itu.
  2. Menyediakan pembiayaan & penempatan dana berdasarkan prinsip syariah sesuai dgn ketentuan yg ditetapkan oleh Bank Indonesia.
  3. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia, deposito berjangka, serifikat deposito, & atau tabungan pd bank lain.

Readmore…


Tujuan Bank Perkreditan Rakyat Syariah

Tujuan didirikannya BPR Syariah adl sbg berikut:

  1. Meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat islam, terutama masyarakat golongan ekonomi lemah yg pd umumnya di daerah pedesaan.
  2. Menambah lapangan kerja terutama di tingkat kecamatan sehingga dpt mengurangi arus urbanisasi.
  3. Membina semangat ukhuwah islamiyyah melalui kegiatan ekonomi dalam rangka meningkatkan pendapatan per kapita menuju kualitas hidup yg memadai.

Readmore…


Sejarah Bank Perkreditan Rakyat Syariah

BPR merupakan penjelmaan dari Bank Desa, Lumbung Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai Lumbung Nagari (LPN), Lembaga perkreditan Desa (LPD), Badan Kredit Desa (BKD), Bada Kredit Kecamatan (BKK), Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK), Lembaga Perkreditan Kecamatan (LPK), Bank Karya Produksi Desa (BKPD), & atau lembaga lainnya yg dpt dipersamakan dgn itu.

Lembaga-lembaga keuangan yg disebutkan merupakan lembaga yg berpengaruh atas berdirinya BPR Syariah, keberadaan lembaga keuangan tersebut memunculkan pemikiran utk mendirikan Bank Muamalat Indonesia (BMI) yg berdiri pd tahun 1992, namun pd kenyatannya cakupan wilayah utk BMI sangat terbatas pd wilayah tertentu seperti kecamatan, kabupaten, & desa. Maka dalam hal ini diperlukan adanya BPR utk menangani masalah keuangan di wilayah-wilayah yg tdk dijangakau oleh BMI. Readmore…


Bank Perkreditan Rakyat Syariah

Menurut undang-undang (UU) Perbankan No. 7 tahun 1992, BPR adl lembaga keuangan yg menerima simpanan uang hanya dalam bentuk deposito berjangka tabungan, & atau bentuk lainnya yg dipersamakan dalam bentuk itu & menyalurkan dana sbg usaha BPR. Pada UU Perbankan No. 10 tahun 1998, disebutkan bahwa BPR adlah lemabaga keuangan bank yg melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Readmore…


Produk-produk Bank Syariah

Secara garis besar produk perbankan syariah dpt dibagi menjadi 3 yaitu Produk penyaluran dana, produk penghimpunan dana, & produk jasa yg diberikan bank kpd nasabahnya.

Produk Penyaluran Dana

  1. Prinsip Jual Beli (Ba’i)Jual beli dilaksanakan karena adanya pemindahan kepemilikan barang. Keuntungan bank disebutkan di depan & termasuk harga dari harga yg dijual. Terdapat 3 jenis jual beli dalam pembiayaan modal kerja & investasi dalam bank syariah, yaitu:

Readmore…


Sejarah Bank Syariah

Ide utk menggunakan bank dgn sistem bagi hasil telah muncul sejak lama & ditandai dgn munculnya para pemikir islam yg menulis mengenai bank syariah, mereka diantaranya Anwar Quraeshi (1946), Naiem Siddiqi (1948), & Mahmud Ahmad (1952) & ditulis kembali secara terperinci oleh Mawdudi (1961), selain itu tulisan-tulisan Muhammad Hamidullah pd tahun 1944-1962 bisa dikatakan sbg pendahulu mengenai perbankan syariah.

Perkembangan bank syariah modern tercatat di Pakistan & Malaysia sekitar tahun 1940, yg pd waktu itu adl usaha pengelolaan dana jamaah haji secara non-konvensional. Pada tahun 1940 di Mesir didirikan Mit Ghamr Lokal Saving Bank oleh Ahmad El-Najar yg dibantu oleh Raja Faisal dari Arab Saudi. Dalam jangka waktu 4 tahun Mit Ghamr berkembang dgn membuka sembilan cabang dgn nasabah mencapai satu juta orang. Readmore…


Bank Syariah

Bank merupakan sesuatu lembaga keuangan yg mempunyai fungsi utamanya adl menerima simpanan uang, meminjamkan uang, & jasa pengiriman uang, pd awalnya istilah bank memang tdk di dikenal di dunia islam, yg lbh dikenal adl jihbiz yg mempunyai arti penagih pajak yg pd waktu itu jihbiz dikenal dgn penagih & penghitung pajak pd benda yg kena pajak yaitu barang & tanah. Readmore…