Mozaik Islam

Puasa Ramadhan, Fiqih Shalat, Rahasia Sunnah, Zakat Fitrah, Haji dan Umrah

Etika di Jalan

  1. Memelihara pandangan mata, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman yg artinya: “Katakanlah kpd orang laki- laki beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, & memelihara kemaluannya; yg demikian itu adl lbh suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Yang Maha Mengetahui apa yg mereka perbuat. Dan katakanlah kpd wanita yg beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, & memelihara kemaluannya….” (An-Nur: 30-31).
  2. Berjalan dgn sikap wajar & tawadlu, tdk berlagak sombong di saat berjalan atau mengangkat kepala karena sombong atau mengalihkan wajah dari orang lain karena takabbur. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman yg artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) & janganlah kamu berjalan di muka bumi dgn angkuh. Sesungguhnya Allah tdk menyukai orang-orang yg sombong lagi membanggakan diri“. (Luqman: 18)
  3. Menjawab salam orang yg dikenal ataupun yg tdk dikenal. Ini hukumnya wajib, karena Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Ada 5 perkara wajib bagi seorang muslim terhadap saudaranya- diantaranya: menjawab salam”. (Muttafaq alaih).
  4. Beramar ma`ruf & nahi munkar. Ini juga wajib dilakukan oleh setiap muslim, masing-masing sesuai kemampuannya.
  5. Menunjukkan orang yg tersesat (salah jalan), memberikan bantuan kpd orang yg membutuhkan & menegur orang yg berbuat keliru serta membela orang yg teraniaya. Di dalam hadits disebutkan: “Setiap persendian manusia mempunyai kewajiban sedekah…dan disebutkan diantaranya: berbuat adil di antara manusia adl sedekah, menolong & membawanya di atas kendaraannya adl sedekah atau mengangkatkan barang-barangnya ke atas kendaraannya adl sedekah & menunjukkan jalan adl sedekah….” (Muttafaq alaih).
  6. Perempuan hendaknya berjalan di pinggir jalan. Pada sesuatu ketika Nabi pernah melihat campur baurnya laki-laki dgn wanita di jalanan, maka ia bersabda kpd wanita: “Meminggirlah kalian, kalain tdk layak memenuhi jalan, hendaklah kalian menelusuri pinggir jalan. (Hadis Riwayat: Abu Daud, & dinilai shahih oleh Al-Albani).
  7. Tidak ngebut bila mengendarai mobil khususnya di jalan-jalan yg ramai dgn pejalan kaki, melapangkan jalan utk orang lain & memberikan kesempatan kpd orang lain utk lewat. Semua itu tergolong di dalam tolong- menolong di dalam kebajikan.
  8. Tidak mengganggu, yaitu tdk membuang kotoran, sisa makanan di jalan-jalan manusia, & tdk buang air besar atau kecil di situ atau di tempat yg dijadikan tempat mereka bernaung.
  9. Menyingkirkan gangguan dari jalan. Ini merupakan sedekah yg karenanya seseorang bisa masuk surga. Dari Abu Hurairah Radhiallaahu ‘anhu diriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ketika ada seseorang sedang berjalan di sesuatu jalan, ia menemukan dahan berduri di jalan tersebut, lalu orang itu menyingkirkannya. Maka Allah bersyukur kepadanya & mengampuni dosanya…” Di dalam sesuatu riwayat disebutkan: maka Allah memasukkannya ke surga”. (Muttafaq’alaih).

Div. Ilmiyah Dar Al Wathan, Terjemah : Tim Dar Al Wathan