Mozaik Islam

Puasa Ramadhan, Fiqih Shalat, Rahasia Sunnah, Zakat Fitrah, Haji dan Umrah

Apakah Niat Puasa Ramadhan Harus Setiap Malam?

Assalamu ‘aikum wr. wb.

Apakah niat puasa harus dilakukan setiap malam? Atau bisa dilakukan di awal Ramadhan saja? Adakah pendapat yg berbeda dalam masalah ini?

Wassalam

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Niat puasa harus dilakukan pd malam hari sebelum masuk waktu shubuh. Istilah yg sering digunakan adl tabyitunniyah, atau memabitkan niat. Maksudnya, di malam hari seseorang sudah harus berniat bahwa besoknya dirinya akan melaksanakan puasa.

Namun yg perlu diketahui, ketentuan tabyitunniyyah ini hanya berlaku pd puasa wajib saja, seperti puasa Ramadhan, puasa nadzar, puasa qadha’ & puasa kaffarah saja. Sedangkan puasa-puasa sunnah, seperti puasa Senin & Kamis, puasa ayyamul biiydh, puasa 6 hari bulan Syawwal & seterusnya, tdk membutuhkan tabyitunniyah. Sehingga asalkan seseorang belum sempat makan & minum sejak pagi, lalu tiba-tiba terbetik keinginnan utk berpuasa, dia bisa langsung berpuasa.

Tinggal masalahnya, apakah niat puasa di bulan Ramadhan itu harus dilakukan tiap malam, ataukah bisa dilakukan hanya di malam pertama Ramadhan saja. Untuk menjawab masalah ini, rupanya para ulama berbeda pendapat.

  1. Jumhur Ulama : Harus Setiap Malam Menurut jumhur ulama, niat itu harus dilakukan pd setiap malam yg besoknya kita akan berpuasa secara satu per satu. Tidak bisa digabungkan utk satu bulan.

    Logikanya, karena masing-masing hari itu adl ibadah yg terpisah-pisah & tdk satu paket yg menyatu. Buktinya, seseorang bisa berniat utk puasa di sesuatu hari & bisa berniat tdk puasa di hari lainnya.

    Oleh karena itu, jumhur ulama mensyaratkan harus ada niat meski tdk perlu dilafazkan pd setiap malam hari bulan ramadhan. Tanpa niat tiap malam, maka puasa menjadi tdk sah utk dilakukan, lantaran seseorang tdk berniat puasa.

  2. Al-Malikiyah: Boleh Niat Untuk Satu Bulan Sedangkan kalangan fuqaha dari Al-Malikiyah mengatakan bahwa tdk ada dalil nash yg mewajibkan utk tiap malam melakukan niat yg terpisah.

    Bahkan bila mengacu kpd ayat Al-Quran Al-Kariem, jelas sekali perintah utk berniat puasa satu bulan secara langsung & tdk diniatkan secara hari per hari.

    Ayat yg dimaksud oleh Al-Malikiyah adalah:

    Siapa yg menyaksikan bulan (Ramadhan) itu hendaklah dia berpuasa…(Al Qur’an Surat: Al-Baqarah: 185)

    Menurut mereka, ayat Al-Quran Al-Kariem sendiri menyebutkan bahwa hendaklah ketika seorang mendapatkan bulan itu, dia berpuasa. Dan bulan adl ism utk sebuah rentang waktu. Sehingga berpuasa sejak hari awal hingga hari terakhir dalam bulan itu merupakan sebuah paket ibadah yg menyatu, tdk terpisah-pisah.

    Dalam hal ini mereka membandingkannya dgn ibadah haji yg membutuhkan masa pengerjaan yg berhari-hari. Dalam haji tdk perlu setiap hari melakukan niat haji. Cukup di awalnya saja, seseorang berniat utk haji, meski pelaksanaannya bisa memakan waktu seminggu.
    Demikian perbedaan pendapat di antara para ulama. Maka buat kita, rasanya tdk ada salahnya bila kita melakukan ikhtiyat (kehati-hatian), dgn cara kita berniat di awal Ramadhan utk berpuasa sebulan, sebagaimana pendapat para ulama mazhab Malikiyah.

Namun jangan lupa setiap malam utk berniat lagi, demi memenuhi ijtihad jumhur ulama. Kalau seandainya terlupa, setidaknya sudah berniat di awal Ramadhan.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Penulis: Ahmad Sarwat, Lc