Mozaik Islam

Puasa Ramadhan, Fiqih Shalat, Rahasia Sunnah, Zakat Fitrah, Haji dan Umrah

Keutamaan Shalat Subuh

Seusungguhnya nikmat yg diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala kpd kita tdk terhitung & tdk terhingga. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللهِ لاَ تُحْصُوهَا

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dpt kamu menghinggakannya. (Al Qur’an Surat: Ibrahim: 34)

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ

Dan apa saja nikmat yg ada pd kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), (Al Qur’an Surat: Al-Nahl: 53).

Di antara nikamat yg diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala adl nikmat tidur yg telah disebut oleh Allah Subhanahu wa ta’ala pd hamba -Nya. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمِن رَّحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan karena rahmat -Nya, Dia jadikan untukmu malam & siang, supaya kamu beristirahat pd malam itu & supaya kamu mencari sebahagian dari karunia -Nya (pada siang hari) & agar kamu bersyukur kpd -Nya. (Al Qur’an Surat: Al-Qoshos: 73).

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

dan Kami jadikan tidurmu utk istirahat, (Al Qur’an Surat: Al-Naba: 9)

Maka beristirahatnya seorang muslim beberapa jam dari malam setelah bekerja secara kontinyu akan membantu kehidupannya & akan menstabilkan perkembangan & kreatifitasnya, agar dia selalu mampu menunaikan segala tugas yg berikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala sbg tujuan penciptaannya. Di antara tugas ini adl menjalankan shalat fajar secara berjama’ah di mesjid, & dia adl shalat yg memiliki nilai keutamaan yg tinggi.

Aku akan mengetengahkan kehadapanmu beberapa kabar gembira & keutamaan agung yg diberikan kpd orang yg menunaikan shalat fajar secara berjama’ah:

  1. Pertama: Dia berada di dalam penjagaan Allah SWT, atau jaminan Allah SWT, pengawasan -Nya & pemeliharaan Allah Subhanahu wa ta’ala di dunia & akherat. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Jundub bin Abdullah bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yg shalat subuh maka dia berada di dalam jaminan Allah, maka jangan sampai Allah menuntut kamu dgn sesuatu yg berada di dalam jaminan -Nya, sebab barangsiapa yg dituntut oleh Allah dgn sesuatu dari apa yg ada pd jaminan -Nya maka dia pasti akan merasakan akibatnya, lalu Allah akan mencampakkan dia di atas wajahanya di dalam neraka Jahannam”.
  2. Kedua: Menjalankan shalat fajar akan menyelamatkan seseorang dari api neraka. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Ammarah bin Ruwaibah berkata: Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan pernah masuk neraka orang yg menjalankan shalat sebelum terbitnya matahari & sebelum tenggelamnya, yaitu shalat fajar & asar”.
  3. Ketiga: Menjalankan shalat fajar sbg sebab masuk surga. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari & Muslim dari Abi Musa Al-Asya’ari bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yg shalat 2 waktu yg dingin maka dia akan masuk surga”.
  4. Keempat: Malaikat menyaksikan shalat ini. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

    …dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)”. (Al Qur’an Surat: Al-Isro’: 78)

    Diriwayatkan Al-Bukhari & Muslim dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Saling berdatangan menghampiri kalian malaikat malam & malaikat siang, lalu mereka berkumpul pd shalat fajar & asar, kemudian naiklah malaikat yg mendatangi kalian pd waktu malam, lalu Allah Subhanahu wa ta’ala bertanya kpd mereka & Dia Maha Mengetahui tentang keadaan mereka: Bagaimanakah kalian meninggalkan hamba-hamba -Ku?. Maka mereka berkata: Kami meninggalkan mereka dalam keadaan mendirikan shalat & mendatangi mereka dalam keadaan mendirikan shalat”.

  5. Kelima: Orang yg mendirikan shalat fajar akan mendapat cahaya yg sempurna pd hari kiamat. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah di dalam kitab sunannya dari Sahl bin Sa’d Al-Sa’idi bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berikanlah kabar gembira bagi mereka yg berjalan pd kegelapan menuju mesjid bahwa mereka mendapat cahaya yg sempurna pd hari kiamat”.
  6. Keenam: Akan ditulis baginya bangun semalam suntuk. Diriwayatkan oleh Muslim dari Utsman bin Affan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yg shalat isya’ secara berjama’ah maka sungguh dia seakan-akan bangun setengah malam & barangsiapa yg shalat subuh secara berjama’ah maka seakan-akan dia shalat semalam suntuk”.
  7. Ketujuh: Aman dari sifat kemunafikan. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari & Muslim dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya shalat yg paling berat bagi orang-orang munafiq adl shalat isya & shalat fajar, seandainya mereka mengetahui keutamaan yg terdapat padanya niscaya mereka pasti mendatanginya dgn cara merangkak, sungguh aku ingin utk mendirikan shalat, kemudian aku memerintahkan seorang lelaki utk mengimami shalat, kemudian aku pergi bersama sekelompok orang yg membawa kayu bakar menuju kaum yg tdk menghadiri shalat berjama’ah utk membakar rumah mereka dgn api”.Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Ibnu Mas’ud RA berkata: Sungguh aku telah melihat dari golongan kami & tidaklah ada orang yg meninggalkan shalat jama’ah kecuali orang yg munafiq, yg telah diketahui kemunafiqannya. Sungguh seorang lelaki dibawa menuju shalat jama’ah dgn diapit di antara 2 lelaki sehingga dia bisa tegak di dalam shaf”.8

    Ibnu Umar berkata: Sungguh apabila kita tdk melihat seseorang menghadiri shalat isya’ & fajar maka kami berprasangka buruk terhadapnya”.

  8. Kedelapan: Dua rekaat sebelum fajar lbh baik dari dunia & seisinya. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Aisyah RA bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua rekaat shalat fajar lbh baik dari dunia & seisinya”.Kalaulah sunnah fajar saja lbh baik dari dunia & seisinya, berupa harta, istana, sungai-sungai, istri-istri & lain-lain baik segala kebutuhan yg disenangi manusia & kelezatannya, lalu bagaimanakah dgn shalat fajar itu sendiri?.
  9. Kesembilan: Melihat Allah SWT, & inilah tujuan utama yg dikejar oleh mereka yg berusaha dgn bersungguh-sungguh & manusia berlomba-lomba utk mendapatkannya. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari & Muslim dari Jarir Al-Bajali RA berkata: Kami di sisi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam & pd sesuatu malam beliau melihat ke arah bulan purnama lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian mampu melihat bulan purnama ini, kalian tdk akan merasa susah melihatnya, seandainya kalian mampu utk tdk dikalahkan dalam melaksanakan shalat sebelum terbit & sebelum tenggelamnya matahari, maka lakukanlah, kemudian beliau membaca sebuah ayat:وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

    “…dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari & sebelum terbenam (nya)”. (Al Qur’an Surat: Qaf: 3911)

  10. Kesepuluh: Orang yg selalu menjaga shalat fajar adl orang yg paling baik dalam kehidupannya, orang yg paling kreatif, & berhati paling lembut. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari & Muslim dari Abi Hurairah bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setan mengikat tengkuk kepala salah seorang di antara kalian pd saat tidurnya dgn 3 ikatan, dia memukul setiap ikatan dgn mengatakan bagimu malam yg panjang maka tidurlah. Lalu apabila dia bangun & menyebut nama Allah maka terlepaslah satu ikatan, lalu jika dia berwudhu’ maka terlepaslah ikatan ke dua, & jika dia mendirikan shalat maka terlepaslah ikatan yg ketiga, maka dia akan mengawali pagi dgn jiwa yg kreatif & berjiwa baik, namun jika tdk maka dia akan menjadi berjiwa buruk & pemalas”.Terdapat byk riwayat yg melarang meremehkan shalat fajar. Di antara riwayat tersebut adl hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari & Muslim dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sungguh aku ingin utk mendirikan shalat, kemudian aku memerintahkan seorang lelaki utk mengimami shalat, kemudian aku pergi bersama sekelompok orang yg membawa kayu bakar menuju kaum yg tdk menghadiri shalat berjama’ah utk membakar rumah mereka dgn api”.

    Sebagian ulama berkata; Sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tdk ingin melakukan hal yg demikian itu kecuali karena orang yg meninggalkan shalat jama’ah ini telah melakukan dosa yg agung & kesalahan yg besar.

    Diriwayatkan oleh Al-Bukhari & Muslim dari Ibnu Mas’ud berkata: Disebutkan di sisi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam seorang lelaki yg tertidur pd waktu malamnya hingga pagi harinya, maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itulah lelaki yg dikencingi oleh syetan pd kedua telinganya atau beliau bersabda: Pada telinganya”.14

    Cukup itu sbg kerugian & kekecewaan serta keburukan.

    Di antara akibat meremehkan shalat subuh secara berjama’ah adl dihadapkannya seseorang pd ancaman siksa Allah Subhanahu wa ta’ala di dalam kuburnya & di hari kiamat. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

    فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

    Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yg menyia-nyiakan salat & memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. (Al Qur’an Surat: Maryam: 59)

    Di dalam shahihul Bukhari di dalam kisah mimpi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg panjang, disebutkan di dalam kisah tersebut bahwa seorang lelaki yg memecah kepalanya dgn sebuah batu, lalu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya tentang masalah itu maka dikatakan kepadanya, “Itulah orang yg mengambil Al-Qur’an lalu menolaknya & tertidur dari melaksanakan shalat yg diwajibkan”.

    Dan majlis fatwa ulama Saudi Arabia ditanyakan (fatwa nomor: 5130) tentang seseorang yg tdk shalat subuh kecuali setelah matahari terbit, bagaimanakah hukum shalatnya?. Apakah hal itu akan memberikan pengaruh pd puasanya?. Maka jawabannya adalah: jika dia meninggalkan shalat subuh bukan karena ketiduran atau lupa namun hanya karena kemalasan sehingga mengerjakannya setelah matahari terbit maka dia telah kufur dgn kekufuran yg besar, berdasarkan pendapat yg shahih dari perkataan para ulama. Berdasarkan pendapat ini maka puasanya tdk sah.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat & salam tetap tercurahkan kpd Nabi kita Muhammad & kpd keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.

Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi, Terjemah : Muzaffar Sahidu,
Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad