Mozaik Islam

Menjaga Akidah Islam dan Menghargai Kebhinekaan demi Masyarakat yang Harmonis dan Sejahtera dalam Bingkai NKRI

Manfaat Puasa untuk Detoksifikasi dan Kesehatan Kulit

Puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan juga kesehatan kulit. Detoksifikasi adalah salah satu manfaat utama puasa yang berdampak positif pada kesehatan kulit. Dalam proses detoksifikasi, tubuh mengeluarkan racun dan limbah berbahaya yang dapat merusak sel-sel kulit. Dengan demikian, kesehatan kulit selama puasa meningkat.

Namun, penting untuk diingat bahwa puasa tidak sama dengan kelaparan. Kamu tetap harus mengatur pola makanan selama sahur dan berbuka, demi memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh tiap harinya. Jika nutrisi telah terpenuhi dengan baik, kamu akan melihat manfaat puasa terhadap kesehatan kulit seperti yang dijelaskan berikut ini.

  1. Detoksifikasi kulit Puasa membantu menyeimbangkan metabolisme tubuh serta meningkatkan kadar antioksidan. Dengan demikian, kulit terlindungi dari radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Detoksifikasi juga dapat membantu meredakan kondisi kulit seperti psoriasis, eksim, atau jerawat.
  2. Mengurangi jerawat dan peradangan Kadar antioksidan yang meningkat saat puasa membantu mengurangi peradangan pada kulit serta meningkatkan regeneratif sel. Selain itu, insulin yang rendah akibat kurangnya kadar gula darah pada tubuh mengurangi produksi sebum sampai 40 persen, zat minyak yang menyumbat pori-pori sekaligus penyebab jerawat.
  3. Mengurangi penuaan kulit Meningkatnya kadar antioksidan juga dapat mengurangi penuaan kulit. Kadar gula yang didapat dari mengonsumsi karbohidrat dapat menyebabkan berkurangnya kolagen dari proses glikasi di tubuh, saat berpuasa kadar gula yang jauh lebih rendah meningkatkan produksi kolagen yang berfungsi menjaga struktur kulit dengan mempertahankan kekenyalan kulit dan mencegah penuaan.
  4. Mengurangi stres kulit Puasa membantu mengurangi stres pada kulit. Tubuh yang sibuk mencerna kalori setiap hari memicu terjadinya stress oksidatif, yakni sebuah kondisi saat jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya sehingga menimbulkan kerusakan lebih banyak termasuk pada kulit. Saat puasa, tubuh mengambil stamina dari simpanan energi pada tubuh, membuat tubuh jadi lebih tenang karena tidak sibuk mencerna kalori setiap saat, dampaknya stress pada kulit pun berkurang.
  5. Meningkatkan kelembapan kulit Kurangnya asupan makanan saat puasa dapat menyebabkan dehidrasi pada tubuh, tetapi dengan memperbanyak minum air putih, kulit justru menjadi lebih lembap dan kenyal. Hal ini karena air yang dikonsumsi membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan menjaga kelembapan kulit.
  6. Meningkatkan produksi sel-sel baru Saat berpuasa, tubuh memasuki fase autophagy yang meningkatkan produksi sel-sel baru. Autophagy adalah proses pemecahan dan penguraian sel-sel yang rusak dan tidak berguna untuk kemudian diregenerasi menjadi sel-sel baru yang lebih sehat dan kuat. Dengan meningkatkan produksi sel-sel baru, kulit juga akan terlihat lebih sehat, cerah, dan berseri.
  7. Menurunkan risiko kanker kulit Puasa juga diketahui dapat menurunkan risiko kanker kulit. Salah satu studi menemukan bahwa puasa dapat membantu melindungi kulit dari sinar UV yang merusak. Paparan sinar UV dapat menyebabkan kerusakan DNA pada sel-sel kulit yang kemudian dapat menyebabkan perkembangan kanker kulit. Dengan mengurangi paparan sinar UV dan meningkatkan antioksidan dalam tubuh, puasa dapat membantu melindungi kulit dari risiko kanker kulit.

Dalam kesimpulannya, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kulit, seperti detoksifikasi kulit, mengurangi jerawat dan peradangan, mengurangi penuaan kulit, mengurangi stres kulit, meningkatkan produksi sel-sel baru, dan menurunkan risiko kanker kulit. Namun, tetap penting untuk memperhatikan pola makan selama puasa dan memastikan kebutuhan nutrisi tubuh tercukupi untuk mendapatkan manfaat puasa secara maksimal.