Mozaik Islam

Puasa Ramadhan, Fiqih Shalat, Rahasia Sunnah, Zakat Fitrah, Haji dan Umrah

Langsung Mengarahkan dengan Penuh Kasih Sayang, Ketika Anak Berbuat Salah

Pada fase awal, anak sulit membedakan mana yang benar dan yang salah, karena sedikitnya pengetahuan dan ilmu mereka. Hal ini menuntut kita untuk mengarahkan mereka ketika salah, membenarkannya serta melindungi mereka dari kejelekan, seperti ghozwul fikri (Invasi pemikiran) dan ghozwul tsaqofi (invasi budaya), dengan menyediakan alternatif yang sesuai agar tetap dapat berkhidmat terhadap agama ini meskipun berada di bawah bayang-bayang kampanye sengit dari musuh-musuh agama ini di seluruh belahan bumi.

Catatan yang mesti diperhatikan ketika menasihati kesalahan:

  • Menegur kesalahan tanpa masuk kepada kepribadian anak, hingga hasilnya tidak menjadi kebalikannya.
  • Memuji terlebih dahulu sebelum mencela, hal itu akan membuat perkataan anda lebih didengar.
  • Hendaknya arahan mengandung kasih sayang terhadap anak yang melakukan kesalahan.

Pentingnya Pengarahan Langsung Ketika Salah

Umar Ibn Salamah berkata:

“Ketika Aku dalam pengasuhan Rasulullah –shalallahu alaihi wasallam-, tangganku mengacak-acak nampan ketika makanan. Rasulullah –shalallahu alaihi wasallam– pun berkata kepadaku:

((يا غلام, سمِّ الله, وكل بيمينك, وكل مما يليك))

‘Nak, makanlah dengan menyebut nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu dan dari yang terdekat denganmu.’ Dan demikianlah cara makanku setelahnya.”

Said Ibnu Zubair memiliki ayam jantan yang berkokok setiap malam. Pada suatu malam ayamnya tidak berkokok sampai pagi, sehingga malam itu dia tidak shalat malam. Hal itu membebani pikirannya dan berkata:“Ada apa dengan ayamnya, semoga Allah memutus suaranya.” Dia pun tidak pernah lagi mendengar suara ayam itu lagi setelahnya, sehingga ibunya berkata: “Wahai putraku, janganlah engkau mendoakan keburukan pada apapun lagi setelah ini.”

Abu Hurairahradiallahu’anhu

“Hasan Ibnu Ali, (cucu Rasulullah –shalallahu alaihi wasallam-) mengambil buah kurma dari kurma sedekah dan memasukkan kemelutnya. Nabi –shalallahu alaihi wasallam– berkata kepadanya: “Khih, khih…!” agar memuntahkannya, seraya berkata: “Apakah engkau tidak sadar bahwa kita tidak makan sedekah!.”

Anasradiallahu’anhu

berkata:“Rasulullah –shalallahu alaihi wasallam- adalah orang yang paling baik akhlaknya. Suatu hari beliau menyuruhku untuk suatu keperluan. Aku katakan: ‘Aku tidak akan pergi.’ Sementara dalam hati aku akan pergi melakukan apa yang diperintahkan Nabi. Aku pun pergi, dan berpapasan dengan anak-anak yang sedang bermain di pasar. Ternyata Rasulullah –shalallahu alaihi wasallam– telah memegang bahuku dari belakang dan memandangku sambil tertawa. Beliau berkata: “Wahai Unais, pergilah sebagaimana yang aku perintahkan.” “Baik wahai Rasulullah, aku pergi sekarang.” Jawabku. “Demi Allah, aku telah berkhidmat kepadanya selama 9 tahun, dan tidak pernah mendapatinya berkata: ‘Kenapa kamu lakukan demikian dan demikian’ atau berkata ‘Kenapa kamu tidak lakukan demikian dan demikian.”

Sumber Langsung Mengarahkan dengan Penuh Kasih Sayang, Ketika Anak Berbuat Salah. islamhouse.com: Potongan artikel 30 Langkah Mendidik Anak Agar Mengamalkan Ajaran Agama. Salim Sholih Ahmad Ibn Madhi. Terjemah: Syafar Abu Difa. Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad