Mozaik Islam

Puasa Ramadhan, Fiqih Shalat, Rahasia Sunnah, Zakat Fitrah, Haji dan Umrah

Menyambung Tali Silaturrahim, Menambah Rasa Cinta Dalam Keluarga, Membuka Pintu Rezeki dan Memperpanjang Umur

Sesungguhnya silaturrahim termasuk ibadah kpd Allah Subhanahu wa ta’ala yg paling baik & ketaatan yg paling agung, kedudukan yg tertinggi & berkah yg besar, serta yg paling umum manfaatnya di dunia & akhirat. Maka silaturrahim merupakan kebutuhan secara fitrah & sosial, yg dituntut oleh fitrah yg benar & dicenderungi oleh tabiat yg selamat. Sesungguhnya sempurnalah dengannya keakraban, tersebar kasih sayang dgn perantaraannya, & merata rasa cinta. Ia adl bukti kemuliaan, tanda muru`ah, mengusahakan bagi seseorang kemuliaan, pengaruh, & wibawa. Karena alasan itulah berlomba-lomba padanya orang-orang mulia yg berakal, maka mereka menyambung (tali silaturrahim) kpd orang yg memutuskan & memberi kpd orang yg tdk mau memberi, serta bersifat santun kpd yg bodoh. Tidaklah nampak muru`ah kecuali ada padanya tali kekeluargaan yg disambung kembali, kebaikan yg diberikan, kesalahan yg dimaafkan, & uzur yg diterima. Sesungguhnya silaturrahim memperkuat kasih sayang & menambah rasa cinta, serta memperkokoh ikatan kekeluargaan. Nabi  bersabda:

إِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِى اْلأَهْلِ وَمَثرَاةٌ فِى الْمَالِ وَمَنْسَأَةٌ فِى اْلأَثَرِ

Sesungguhnya silaturrahim adl rasa cinta di dalam keluarga, menambah harta, & memperpanjang umur.

Sesungguhnya silaturrahim menambah umur, memakmurkan negeri, menambah keberkahan rizqi, & memelihara kesudahan yg buruk. Nabi  bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barangsiapa yg ingin dimudahkan rizkinya & dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim.

Maka silatahurrahim merupakan kewajiban yg sangat ditekankan, tdk ada yg memutuskannya & mengingkarinya kecuali orang yg telah rusak fitrahnya, buruk akhlaknya, jelek tabiatnya, & ia sudah pantas mendapat kutukan dari Allah Subhanahu wa ta’ala . Firman Allah Subhanahu wa ta’ala :

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي اْلأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ . أُوْلَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ

Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi & memutuskan hubungan kekeluargaan . Mereka itulah orang-orang yg dila’nati Allah & ditulikan-Nya telinga mereka & dibutakan-Nya penglihatan mereka. (Al Qur’an Surat: Muhammad :22-23)

Karena itulah, Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan dalam kitab-Nya yg mulia utk menyambung tali silaturrahim di beberapa ayat: Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَتُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Sembahlah Allah & janganlah kamu mempersekutukan-Nya dgn sesuatupun. Dan berbuat baiklah kpd 2 orang ibu-bapak, …. (Al Qur’an Surat: An-Nisaa`:36)

Dan firman Allah Subhanahu wa ta’ala :

وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Dan bertaqwalah kpd Allah yg dgn (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, & (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga & mengawasi kamu. (Al Qur’an Surat: 4:1)

Maksudnya adl bertaqwalah kpd Allah Subhanahu wa ta’ala dgn melaksakan taat kepada-Nya & meninggalkan perbuatan durhaka kepada-Nya, & takutilah hubungan silaturrahim bahwa kamu memutuskannya, akan tetapi sambunglah & berbuat baiklah kepadanya.

Maka Allah Subhanahu wa ta’ala menyuruh menyambung hubungan silaturrahim setelah memerintahkan bertaqwa kepada-Nya. Maka Allah Subhanahu wa ta’ala mengingatkan para da’i-Nya yg berada di di antara manusia, agar menyambung tali silaturrahim, karena mereka berasal dari satu jiwa, & utk menunjukkan bahwa silaturrahim karena mengharapkan ridha Allah Subhanahu wa ta’ala merupakan salah satu pengaruh taqwa kpd Allah Subhanahu wa ta’ala yg penuh berkah, menjadi tanda meresapnya taqwa di dalam hati, merupakan petunjuk kebenaran iman. Maka manusia yg paling menyambung silaturrahim merupakan manusia yg paling sempurna iman & paling bertaqwa kpd Rabb-Nya. Kerena inilah, Nabi  merupakan orang yg paling menyambung hubungan silaturrahim & yg paling bertaqwa kpd Allah Subhanahu wa ta’ala . Karena itulah, Khadijah radhiyallahu ‘anha menyebutkan hal itu saat turunnya wahyu pertama kali, ketika beliau  berkata kpd Khadijah radhiyallahu ‘anha & bercerita kepadanya:

إِنِّي خَشِيْتُ عَلَى نَفْسِي

Sesungguhnya aku merasa khawatir terhadap diriku.’ Maka ia berkata, ‘Sekali-kali tidak, sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala tdk akan pernah menghinakan engkau, sesungguhnya engkau benar-benar menyambung hubungan silaturrahim…

Di antara besarnya perkara silaturrahim, sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala mengambil baginya satu nama dari nama-Nya yg Maha Agung, maka dari Abdurrahman bin ‘Auf , ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah  bersabda:

قَالَ اللهُ تعالى: أَنَا اللهُ وَأَنَا الرَّحْمنُ, خَلَقْتُ الرَّحِمَ وَشَقَقْتُ لَهَا اسْمًا مِنْ اسْمِي فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعْتُهُ

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, ‘Aku adl Allah Subhanahu wa ta’ala , & Aku Yang Maha Penyayang, Aku menciptakan rahim, & Aku mengambilkan baginya satu nama dari nama-Ku. Maka barangsiapa yg menyambungnya niscaya Aku menyambung (hubungan dengan)nya & barangsiapa yg memutuskannya niscaya Aku memutuskan (hubungan dengan)nya.

Karena berdasarkan ayat-ayat tersebut & yg lainnya, serta hadits-hadits Nabi  ini, di samping juga yg akan disebutkan, silaturrahim merupakan perkara besar, kedudukan yg tinggi, sanjungan yg indah, & sebutan yg baik di dunia, & kesudahan yg indah di akhirat bagi orang yg menyambung hubungan silaturrahim & melaksanakan hak ini dgn sebaik-baiknya.

Saudaraku sesama muslim: Sesungguhnya silaturrahim merupakan amal shalih yg penuh berkah, & memberikan kpd pelakunya kebaikan di dunia & akhirat. Menjadikannya diberkahi di manapun ia berada, Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan berkah kepadanya di setiap kondisi & perbuatannya, baik yg segera maupun yg tertunda.

Keutamaannya sangat byk , profitnya melimpah, buahnya matang, pohon-pohonnya baik yg memberikan makanannya di setiap waktu dgn ijin Rabb-nya. maka diantara keutamaan tersebut adl sbg berikut:

  1. Silaturrahim merupakan sebagian dari konsekuensi iman & tanda-tandanya: dari Abu Hurairah  ia berkata, ‘Rasulullah  bersabda:مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ, وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ”Barang siapa yg beriman kpd Allah Subhanahu wa ta’ala & hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, & barangsiapa yg beriman kpd Allah Subhanahu wa ta’ala & hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturrahim, …
  2. Silaturrahim adl penyebab bertambah umur & luas rizqi: dari Abu Hurairah , ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah  bersabda:مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ”Barangsiapa yg senang diluaskan rizqinya & dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturrahim.
  3. Silaturrahim menyebabkan adanya hubungan Allah Subhanahu wa ta’ala bagi orang yg menyambungnya: dari Abu Hurairah , ia berkata, ‘Rasulullah  bersabda:إَنَّ اللهَ خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْهُمْ قَامَتِ الرَّحِمُ فَقَالَتْ:هَذَا مَقَامُ الْعَائِذُ بِكَ مِنَ الْقَطِيْعَةِ. قَالَ: َنعَمْ, أَمَا تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ وَصَلَكَ وَأَقْطَعَ مَنْ َقطَعَكَ؟ قَالَتْ: بَلَى. قَالَ: فَذَلِكَ لَكَ.”Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala menciptakan makhluk, hingga apabila Dia Subhanahu wa ta’ala selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adl kedudukan orang yg berlindung dengan-Mu dari memutuskan.’ Dia Subhanahu wa ta’ala berfirman: ‘Benar, apakah engkau ridha bahwa Aku menyambung orang yg menyambung engkau & memutuskan orang yg memutuskan engkau? Ia menjawab, ‘Bahkan.’ Dia Subhanahu wa ta’ala berfirman, ‘Itulah untukmu.’Dan dalam satu riwayat al-Bukhari:

    فَقَالَ اللهُ تعالى: مَنْ وَصَلَكَ وَصَلْتُهُ وَمَنْ قَطَعَكَ قَطَعْتُهُ

    “Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, ‘Barangsiapa yg menyambung engkau niscaya Aku menyambungnya & barangsiapa yg memutuskan engkau niscaya Aku memutuskannya.”

  4. Silaturrahim merupakan salah satu penyebab utama masuk surga & jauh dari neraka: dari Abu Ayyub al-Anshari , sesungguhnya seorang laki-laki berkata, ‘Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku amalan yg memasukkan aku ke dalam surga & menjauhkan aku dari neraka.’ Maka Nabi  bersabda:تَعْبُدُ اللهَ وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ.”Engkau menyembah Allah Subhanahu wa ta’ala & tdk menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, & menyambung tali silaturrahim.”Dan dalam satu riwayat:

    إِنْ تَمَسَّكَ بِمَا أَمَرْتُهُ بِهِ دخَلَ َالْجَّنََّةَ

    “Jika dia berpegang dgn apa yg Kuperintahkan kepadanya niscaya ia masuk surga.”

  5. Silaturrahim merupakan ketaatan kpd Allah Subhanahu wa ta’ala & ibadah besar, serta petunjuk takutnya hamba kpd Rabb-Nya. Maka ia menyambung tali silaturrahim tatkala Allah Subhanahu wa ta’ala menyuruh utk disambung. Dan Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَآأَمَرَ اللهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيَخشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِdan orang-orang yg menghubungkan apa-apa yg Allah perintahkan supaya dihubungkan, & mereka takut kpd Rabbnya & takut kpd hisab yg buruk. (Al Qur’an Surat: Ar-Ra’d :21)
  6. Sesungguhnya silaturrahim lbh besar dari pd memerdekakan budak. Dari Ummul mukminin Maimunah binti al-Harits radhiyallahu ‘anha, sesungguhnya dia memerdekakan budak yg dimilikinya & dia tdk meminta izin kpd Nabi . Maka tatkala pd hari yg menjadi gilirannya, ia berkata, ‘Apakah engkau merasa wahai Rasulullah bahwa sesungguhnya aku telah memerdekakan budak (perempuan) milikku? Beliau bertanya, ‘Apakah sudah engkau lakukan? Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda:أَمّا إِنَّكِ لَوْ أَعْطَبْتِهَا أَخْوَالَكِ كَانَ أَعْظَمَ ِلأَجْرِكِ.”Adapun jika engkau memberikannya kpd paman-pamanmu niscaya lbh besar pahalanya untukmu.
  7. Di antara besarnya silaturrahim, sesungguhnya sedekah terhadap keluarga sendiri tdk seperti sedekah terhadap orang lain. Dari Salman bin ‘Amir , dari Nabi , beliau bersabda:… الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ: صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ”…Sedekah terhadap orang miskin adl sedekah & terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala sedekah & silaturrahim.“Dan demikian pula dari hadits Zainab ats-Tsaqafiyah radhiyallahu ‘anha, istri Abdullah bin Mas’ud , ketika ia pergi & bertanya kpd Nabi , ‘Apakah boleh bersedekah darinya kpd suaminya & anak-anak yatim yg ada dalam asuhannya? Maka Nabi  bersabda:

    لَهَا أَجْرَانِ: أَجْرُ الْقَرَابَةِ وَأَجْرُ الصَّدَقَةِ

    Untuknya 2 pahala, pahala keluarga & pahala sedekah.

    Wahai saudaraku sesama Islam: termasuk hak keluarga & kerabatmu bahwa engkau mengunjungi yg sakit dari mereka, membantu yg fakir, memperhatikan yg membutuhkan dari mereka, mengasihi yg kecil, membantu anak yatim, menghormati yg besar, & engkau memberikan kpd mereka dgn kebaikanmu kpd selain mereka, engkau memberikan senyum kpd mereka saat bertemu, lembut berkata-kata kpd mereka, berbuat baik dalam berhubungan dgn mereka, dalam arti saling mengunjungi, saling memberi hadiah & salam, serta saling mendo’akan.

Wahai saudaraku, perkara ini tdk berhenti hanya sampai di sini, tetapi kamu harus menyambung hubungan dgn mereka, sekalipun mereka bersikap kaku & memutuskan hubungan. Engkau harus tetap bersikap santun kpd mereka, sekalipun mereka bodoh & jahil. Dengan demikian, engkau telah melebihi mereka beberapa derajat di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala , karena begitu byk nya kebaikanmu & buruknya sikap mereka, serta jahatnya perilaku mereka bersamamu.

Berbuat baiklah kpd manusia niscaya engkau mendapatkan hati mereka

Sering kali manusia menjadi budak karena perbuatan baik.

Imam Muslim & Imam Ahmad rahimahumallah meriwayatkan dari Abu Hurairah , ia berkata, ‘Seorang laki-laki datang kpd Nabi  seraya berkata, ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki kerabat yg terus kusambung hubungan dgn mereka & mereka memutuskan, aku berbuat baik kpd mereka & mereka berbuat jahat kepadaku, & mereka bersikap bodoh kepadamu sedangkan aku selalu bersikap santun kpd mereka. Beliau bersabda:

لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ, فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ, وَلاَيَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللهِ ظَهِيْرٌ عَلَيْهِمْ مَادُمْتَ عَلَى ذلِكَ.

Jika engkau benar-benar seperti yg engkau katakan, maka seolah-olah engkau menaburkan bara panas di wajah mereka. Dan senantiasa kemenangan dari Allah Subhanahu wa ta’ala menyertaimu terhadap mereka, selama engkau tetap seperti itu.

Wahai saudara yg mulia: sebagian manusia tdk menyambung hubungan dgn kerabatnya kecuali apabila mereka menyambungnya. Ini pd hakekatnya bukan menyambung tali silaturrahim. Sesungguhnya hal itu hanyalah membalas jasa. Karena sesungguhnya muru`ah & fitrah yg sehat menuntut utk membalas jasa kpd orang yg berbuat baik kepadamu, sama saja ia termasuk kerabatmu atau bukan. Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash , dari Nabi , beliau bersabda:

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Orang yg menyambung (tali silaturrahim) bukanlah orang yg membalas jasa. Akan tetapi orang yg menyambung (tali silaturrahim) adl yg apabila diputuskan hubungan (silatarrahim)nya, ia menyambungnya.”

Dan dari ‘Uqbah bin ‘Amir , aku berkata, ‘Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku tentang amalan yg utama,’ maka beliau bersabda:

صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَأَعْرِضْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ

Wahai ‘Uqbah, sambunglah orang yg memutuskan (hubungan dengan)mu, berilah kpd orang yg tdk memberi kepadamu, & berpalinglah dari orang yg berbuat zalim kepadamu.

Wahai saudaraku, sesungguhnya termasuk silaturrahim bahwa engkau mengampuni kesalahan orang lain, menutupi kekeliruan. Dan tiadalah akal sehat, keutamaan, & kecerdasan kecuali engkau menyambung tali silaturrahim kpd orang yg telah memutuskan, memberi kpd orang yg tdk pernah memberi kepadamu, memaafkan kpd orang yg berbuat zalim kepadamu, & bersikap santun kpd yg bodoh terhadapmu. Dan bertambahlah kecerdasan, besarlah keutamaan, & tinggilah jiwa ketika engkau berbaik sangka (husnuz zhan) dgn mereka, & melihat pd kekeliruan mereka dgn pandangan orang yg mulia lagi toleran.

Hendaklah kita bertaqwa kpd Allah Subhanahu wa ta’ala , takut terhadap murka & siksa-Nya, & hendaklah kita menyambung silaturrahim kita. Firman Allah Subhanahu wa ta’ala :

وَأُوْلُوا اْلأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللهِ

Dan orang-orang yg mempunyai hubungan darah satu sama lain lbh berhak (waris mewarisi) di dalam Kitab Allah (Al Qur’an Surat: Al-Ahzab:6)

Sesungguhnya memutuskan tali silaturrahim merupakan dosa besar yg Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan ancaman kpd pelakunya dgn berbagai siksaan & hukuman, baik di dunia maupun di akhirat. Bagaimana tidak, padahal Rasulullah  bersabda:

اَلرَّحِمُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَقُوْلُ: مَنْ وَصَلَنِي وَصَلَهُ اللهُ وَمَنْ قَطَعَنِي قَطَعَهُ اللهُ

Rahim bergantung di Arys seraya berkata: Barangsiapa yg menyambung hubunganku niscaya Allah Subhanahu wa ta’ala menyambungnya, & barangsiapa yg memutuskan aku niscaya Allah Subhanahu wa ta’ala memutuskan hubungan dengannya.

Maka orang yg memutuskan tali silaturrahim terputus dari Allah Subhanahu wa ta’ala . Dan siapa yg Allah Subhanahu wa ta’ala memutuskan hubungan dengannya, maka kebaikan apakah yg bisa diharapkannya, & keburukan apakah yg ia bisa aman darinya, baik di dunia maupun di akhirat selama ia masih memutuskan tali silaturrahim? Dari Abu Bakrah , dari Nabi , beliau bersabda:

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ فِى الدُّنْيَا مَعَ مَا يُدَّخَرُ لَهُ فِى اْلآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ

Tidak ada dosa yg Allah Subhanahu wa ta’ala lbh mempercepat siksaan kpd pelakunya di dunia, serta yg tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim & memutuskan tali silaturrahim.

Saudaraku yg mulia: apabila hal itu sudah diketahui, maka ketahuilah, sesungguhnya memutuskan hubungan silaturrahim –semoga Allah Subhanahu wa ta’ala melindungi kita semua- termasuk sebab terhapusnya hati, butanya mata hati, & terhalang mendapatkan ilmu yg bermanfaat. Bahkan, terhalang mendapat semua kebaikan. Maka orang yg memutuskan silaturrahim, kehidupannya susah, tdk ada yg menyukai & menyebutnya. Dan apabila ia disebut orang, maka dgn pembicaraan yg buruk & sifat yg jelek. Karena memutuskan silaturrahim termasuk kerusakan di muka bumi, Allah Subhanahu wa ta’ala telah memutuskan kpd pelakunya dgn mendapat kutukan & hukuman yg segera (di dunia) & tertunda (di akhirat). Firman Allah Subhanahu wa ta’ala :

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي اْلأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ

أُوْلَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ

Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi & memutuskan hubungan kekeluargaan* Mereka itulah orang-orang yg dila’nati Allah & ditulikan-Nya telinga mereka & dibutakan-Nya penglihatan mereka. (Al Qur’an Surat: Muhammad :22-23)

Dan firman Allah Subhanahu wa ta’ala :

وَالَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ اللهِ مِن بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَآ أَمَرَ اللهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي اْلأَرْضِ أُوْلَئِكَ لَهُمُ الْلَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ

Orang-orang yg merusak janji Allah setelah diikrarkan dgn teguh & memutuskan apa-apa yg Allah perintahkan supaya dihubungkan & mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yg memperoleh kutukan & bagi mereka tempat kediaman yg buruk(jahannam). (Al Qur’an Surat: Ar-Ra’d:25)

Dan diriwayatkan dari Nabi , sesungguhnya beliau bersabda:

إِذَا ظَهَرَ الْقَوْلُ وَخزن الْعَمَلُ وَائْتَلَفَتِ اْلأَلْسُنُ وَتَبَاغَضَتِْ الْقُلُوْبُ وَقَطَعَ كُلُّ ذِي رَحِمٍ رَحِمَهُ فَعِنْدَ ذلِكَ لَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ

Apabila nampak ucapan & tersimpan amal ibadah, kesepakatan nampak di lidah & hati saling membenci, serta setiap orang yg mempunyai keluarga memutuskannya. Maka ketika itulah Allah Subhanahu wa ta’ala mengutuk mereka, menulikan mereka, & membutakan mata hati mereka.

Dan diriwayatkan bahwa orang yg memutuskan tali silaturrahim, amalnya tdk diterima. Dari Abu Hurairah , ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah  bersabda:

إِنَّ أَعْمَالَ بَنِي آدَمَ تُعْرَضُ كُلَّ خَمِيْسٍ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ فَلاَ يُقْبَلُ عَمَلُ قَاطِعِ رَحِمٍ

Sesungguhnya amal ibadah manusia diperlihatkan setiap hari Kamis malam Jum’at, maka tdk diterima amal ibadah orang yg memutuskan hubungan silaturrahim.

Tahukah engkau, wahai saudaraku yg mulia, kerugian orang yg memutuskan tali silaturrahimnya, maka janganlah engkau termasuk dari mereka. Dan orang yg memutuskan silaturrahim juga membawa dirinya utk tdk dikabulkan doanya. Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas’ud  pd sesuatu hari duduk setelah Subuh di satu halqah, maka berkata: ‘Aku meminta kpd orang yg memutuskan silaturrahim agar berdiri meninggalkan kami. Sesungguhnya kami ingin berdoa kpd Rabb kami & sesungguhnya pintu langit tertutup karena orang yg memutuskan silaturrahim.’

Maka janganlah engkau membawa dirimu, wahai si miskin, bahwa doamu ditolak bila kamu berdoa kpd Allah Subhanahu wa ta’ala . Dan orang yg memutuskan tali silaturrahim membuat sial masyarakat yg dia tinggal padanya. Dari Abdullah bin Abi Aufa , ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah  bersabda:

لاَ تَنْزِلُ الرَّحْمَةُ عَلَى قَوْمٍ فِيْهِمْ قَاطِعُ رَحِمٍ

Rahmat tdk turun kpd kaum yg pd mereka ada yg memutuskan silaturrahim.

Dan orang yg memutuskan tali silaturrahim terancam tdk bisa masuk surga. Dari Abu Muhammad Jubair bin Muth’im , dari Nabi , beliau bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

Tidak bisa masuk surga orang yg memutuskan (silaturrahim).

Penyusun Syaikh Khalid bin Husain bin Abdurrahman, Terjemah Mohammad Iqbal Ghazali, Editor Eko Haryanto Abu Ziyad