Mozaik Islam

Puasa Ramadhan, Fiqih Shalat, Rahasia Sunnah, Zakat Fitrah, Haji dan Umrah

Halal

Prinsip-Prinsip Islam Tentang Hukum Halal Dan Haram

Halal
adalah sesuatu yg dengannya terurailah buhul yg membahayakan, & Allah membolehkan utk dikerjakan.

Haram
adalah sesuatu yg Allah melarang utk dilakukan dgn larangan yg tegas
, setiap orang yg menentangnya akan berhadapan dgn siksaan Allah di akhirat. Bahkan terkadang ia terancam sanksi syariah di dunia ini.

Makruh yaitu Allah melarang sesuatu namun larangan itu tdk keras, inilah yg dinamakan makruh (dibenci). Ia lbh rendah dari haram dalam peringkat hukumnya, & pelakunya tdk dikenai dgn sanksi hukum haram. Hanya saja orang mempermudah & mengabaikannya, cenderung terjerumus ke dalam hukum haram.

  1. Pada dasarnya, segala sesuatu boleh hukumnya.
  2. Penghalalkan & pengharaman hanyalah wewenang Allah Subhanahu wa ta’ala
  3. Mengharamkan yg halal & menghalalkan yg haram itu termasuk perilaku syirik kpd Allah Subhanahu wa ta’ala
  4. Sesuatu diharamkan karena ia buruk & berbahaya.
  5. Pada sesuatu yg halal terdapat yg sesuatu yg dengannya tdk lagi membutuhkan lagi yg haram.
  6. Sesuatu yg mengantarkan kpd yg haram maka haram pula hukumnya.
  7. Menyiasati yg haram, haram hukumnya.
  8. Niat baik tdk menghapuskan hukum haram.
  9. Hati-hati terhadap yg syubhat agar tdk jatuh kedalam yg haram.
  10. Yang haram adl haram utk semua
  11. Darurat mengakibatkan yg terlarang menjadi boleh.

Pada Dasarnya, Segala Sesuatu Hukumnya Mubah/Boleh

Apa yg Allah halalkan dalam Kitab-Nya, ia halal, & apa yg Allah haramkan, ia haram. Sedangkan hal-hal yg didiamkan-Nya, ia memaafkan. Terimalah pemaafan dari Allah, karena Allah sesungguhnya tdk lupa terhadap sesuatu pun. (beliau membaca sebuah ayat) ‘Tidaklah Tuhanmu lupa akan sesuatu.’ (Maryam:64)”

Yang halal adl segala sesuatu yg Allah halalkan dalam Kitab-Nya, & yg haram adl segala sesuatu yg Allah haramkan dalam Kitab-Nya. Sedangkan apa yg didiamkan-Nya maka ia termasuk yg dimaafkan kpd kalian.

Penghalalkan & Pengharaman Hanyalah Wewenang Allah swt

Dan janganlah kalian mengatakan terhadap sesuatu yg disebut-sebut oleh lidah kalian secra dusta ‘ini halal & ini haram’ utk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yg mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidaklah beruntung” (An-Nahl: 116)

dan Dia benar-benar telah menguraikankepada kalian apa yg diharamkan kpd kalian.” (Al-An’am: 119)

Mengharamkan Yang Halal & Menghalalkan Yang Haram Adalah Termasuk Kemusyrikan

Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Kusebagai orang-orang yg hanif (bersih tdk menyekutukan-Nya), lalu datanglah syetan-syetan yg menggelincirkan mereka dari agamanya, mengharamkan sebagian yg Aku halalkan, & memerintahkan mereka menyekutukan-Ku dalam hal yg tdk Aku turunkan kekuasaan kepadanya.

“Katakanlah, ‘Siapa yg mengharamkan perhiasan Allah yg dikeluarkan utk hamba-hamba-Nya & (siapa pulakah yg mengharamkan) rezeki yg baik-baik?’ Katakanlah, sesungguhnya Tuhanku hanya mngharamkan perbuatan perbuatan keji, baik yg tampak ataupun yg tersembunyi, perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yg benar, & mengharamkan jika kalian menyekutukan Allah dgn sesuatu yg Allah tdk menurunkan hujah utk itu, & (mengharamkan) mengada-ada terhadap Allah apa yg tdk kalian ketahui.’ “ (Al-A’raf: 32-33)

Hai orang-orang yg beriman, jangnlah kalian mengharamkan barang-barang baik yg Allah halalkan bagi kalian & janganlah melampaui batas. Sesungguhnya Allah tdk mencintai orang-orang yg melampaui batas. Dan makanlah dari rezeki halal & baik yg Allah rezekikan kpd kalian, & bertakwalah kpd Allah yg kalian beriman kepada-Nya.” (Al-Maidah: 87-88)

Sesuatu Diharamkan Karena Buruk & Berbahaya

Mereka bertanya kepadamu tentang khamr & judi, katakanlah, ‘dalam keduanya ada dosa besar & beberapa manfaat bagi manusia. Dosanya lbh besar dari manfaatnya.’ “ (Al-Baqarah: 219)

Mereka bertanya kepadamu tentang apa yg dihalalkan bagi mereka. Katakanlah, dihalalkan bagi kalian segala yg baik-baik.’ “ (Al-Maidah: 4)

Allah mengetahui mana yg merusak & mana yg membawa maslahat. Kalau Allah menghendaki, tentu ia telah membuat kesulitan bagimu. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Al-Baqarah: 220)

Dalam Sesuatu Yang Halal Ada Hal Yang Menjadikan Kita Tak Memerlukan Yang Haram

Allah hendak menjelaskan (bukan syariat-Nya ) & menunjukimu kepda jalan yg orang-orang yg sebelummu (para nabi & shalihin), & hendak menerima taubatmusementara. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha bijaksana. Allah hendak menerima taubatmu sementara sementara orang-orang yg memperturutkan hawa nafsunya menghendaki agar kalian menyimpang sejauh-jaunya dari kebenaran. Allah hendak meringankanmu, sementara manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah.” (An-Nisa’: 26-28)

Sesuatu Yang Menghantarkan Kepada Yang Haram Adalah Haram

Menyiasati Yang Haram Adalah Haram Hukumnya

Janganlah kalian melakukan dosa sebagaimana yg dilakukan orang-orang yahudi & jangan menghalalkan hal-hal yg diharamkan Allah dgn muslihatdan alasan yg sepele.”

Pasti akan ada segolongan diantara umatku yg menghalalkan khamr, menamakannya dgn selain namanya.

Akan datang sesuatu masa dimana orang-orang menghalalkan riba dengan kemasan jual beli.

Niat Baik Tidak Menghalalkan Yang Haram

Dan barang siapa mencari dunia secara halal dalam rangka menghindar dari meminta-minta & utk menghidupi keluarganya serta berderma kpd tetangganya, ia bertemu Allah sementara wajahnya seperti bulan purnama.

Barang siapa mengumpulkan harta dari (harta) yg haram kemudian menyedekahkannya, ia tdk mendapatkan pahala sedekah tersebut, & dialah yg menanggung dosanya.

“Tiada seorang hamba yg mendapatkan nafkah kemudian menyedekahkannya lalu diterima, tdk pula menafkahkan kemudian diberkahi, tdk pula menyimpannya kecuali ia akan menjadi bekalnya menuju neraka. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala tdk menghapus keburukan dgn keburukan, akan tetapi menghapus keburukan dgn kebaikan. Sesungguhnya, sesuatu yg buruk itu tdk akan membersihkan yg buruk semisalnya.

Hindari Yang Subhat Supaya Tidak Terjerumus Dalam Yang Haram

Dan sungguh ia telah menjelaskan kpd kalian secara rinci hal-hal yg diharamkan atas kalian.” (Al-An’am: 119)

yang halal itu jelas, yg haram itu jelas. Dan diantara keduanya adl masalah-masalah syubhat, kebanyakan orang tdk mengenalinya; termasuk halalkah atau haram? Karena itu maka barangsiapa meninggalkannya berarti dia telah membersihkan agama & kehormatannya, ia selamat. Dan barang siapa terjerumus pd sesuatu diantaranya, berarti hampir terjerumus kedalam yg haram. Sebagaimana jika orang menggembala ternaknya disekitar hima (tempat khusus milik raja utk menggembala ternaknya & tdk boleh dimasuki ternak orang lain), maka ia hampir-hampir memasukinya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya setiap raja memiliki hima, ketahuilah bahwa hima Allah adl larangan-larangan-Nya.

Yang Haram Adalah Haram Untuk semua

Sesungguhnya kami telah menurunkan Kitab kepadamu dgn membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dgn apa yg telah Allah wahyukan kepadamu, & janganlah kamu menjadi penantang (orang yg tdk bersalah), karena (membela) orang-orang yg berkhianat, & mohonlah ampun kpd Allah. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang. Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yg mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tdk menyukai orang-orang yg selalu berkhianat lagi bergelimang dosa ,mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tdk bersembunyi dari dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pd sesuatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yg tdk diridhai Allah. Dan adl Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yg mereka kerjakan. Beginilah kalian, kalian berdebat utk (membela) mereka pd hari kiamat? Atau siapakah yg menjadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah?” (An-Nisa’: 105-109)

Situasi Darurat Membuat Yang Haram Jadi Boleh

Maka barangsiapa terpaksa, dgn tdk sengaja mencarinya & tdk pula melampaui batas, tdk ada dosa atasnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Baqarah: 173)”

Allah tdk hendak menjadikan kesulitan bagi kalian, akan tetapi ia hendak menyucikan kalian & menyempurnakan nikmat-Nya kpd kalian agar kalian bersyukur.” (Al-Maidah: 6)

Allah hendak memberikan keringanan bagi kalian sedangkan manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah.” (aAn-Nisa’: 28)