Mozaik Islam

Puasa Ramadhan, Fiqih Shalat, Rahasia Sunnah, Zakat Fitrah, Haji dan Umrah

Hukum Ta’ziyah

  1. Disunnahkan berta’ziyah kpd yg mendapat musibah kematian sebelum dimakamkan atau sesudahnya. Dikatakan kpd yg mendapat musibah kematian seorang muslim: ‘Sesungguhnya bagi Allah Subhanahu wa ta’ala apa yg Dia ambil & bagi-Nya apa yg Dia Subhanahu wa ta’ala beri, segala sesuatu di sisinya dgn waktu yg sudah ditentukan, maka hendaklah engkau sabar & mengharap pahala.” Muttafaqun ‘alaih. Dan ia berdoa utk mayit & yg berduka dgn ucapannya: ‘Ya Allah, ampunilah Abu fulan, tinggikan derajatnya pd orang-orang yg mendapat petunjuk, gantikanlah ia pd keturunannya yg masih tersisa, & berilah ampunan utk kami & dia wahai Rabb semesta alam, luaskanlah kuburnya, terangilah ia di dalamnya.’ Hadis Riwayat: Muslim.
  2. Boleh berta’ziyah di setiap tempat: di pemakaman, di pasar, di mushalla, di masjid, di rumah. Keluarga mayit boleh berkumpul dalam sebuah rumah atau satu tempat, lalu yg ingin berta’ziyah menuju mereka, memberi ta’ziyah, kemudian ia pulang.
  3. Keluarga mayit tdk boleh menentukan pakaian khusus utk ta’ziyah, seperti pakaian hitam umpamanya, karena padanya mengandung sikap murka terhadap qadha & qadar Allah Subhanahu wa ta’ala .
  4. Dibolehkan berta’ziyah kpd orang kafir tanpa mendoakan mayat mereka jika mereka tdk menampakkan permusuhan terhadap agama Islam & orang-orang muslim.
  5. Disunnahkan membuat makanan utk keluarga mayit & mengirimnya kpd mereka, & dimakruhkan bagi keluarga mayit membuat makanan utk manusia & mereka berkumpul atasnya.
  6. Disunnahkan ta’ziyah kpd keluarga mayit & tdk ada batas baginya. Ia berta’ziyah kpd mereka dgn sesuatu yg bisa menghibur mereka, menahan dari duka cita mereka, & mendorong mereka utk sabar & ridha dalam batas-batas syara’, & berdoa utk mayit & yg berduka.

Hukum menangisi jenazah

  1. Boleh menangisi jenazah jika tdk disertai ratapan. Dan haram merobek pakaian, memukul pipi, meninggikan suara & semisalnya. Dan mayit disiksa –maksudnya merasa sakit & gelisah- dalam kuburnya bila diratapi atasnya dgn wasiat darinya.
  2. Dari Abdullah bin Ja’far , bahwa Nabi  memberi tempo kpd keluarga Ja’far  selama 3 hari bahwa beliau  mendatangi mereka. Kemudian beliau datang kpd mereka, lalu berkata, ‘Janganlah kamu menangisi saudaraku setelah hari ini.’ Kemudian beliau bersabda, ‘Panggilkan anak-anak saudaraku untukku.’ Lalu kami dibawa, seolah-olah kami adl anak-anak burung, lalu beliau  bersabda, ‘Panggilkan tukang cukur untukku.’ Lalu beliau menyuruhnya (agar mencukur rambut kami) lalu ia mencukur rambut kami.’ Hadis Riwayat: Abu Daud & an-Nasa`i.3
  3. Dari Umar bin Khaththab , dari Nabi , beliau bersabda, ‘Mayit disiksa di dalam kubur karena ratapan atasnya.

By: Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry