Mozaik Islam

Puasa Ramadhan, Fiqih Shalat, Rahasia Sunnah, Zakat Fitrah, Haji dan Umrah

Istighfar

Segala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat & salam semoga tetap tercurahkan kpd baginda Rasulullah SAW, & aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yg berhak disembah dgn sebenarnya selain Allah yg Maha Esa & tiada sekutu bagi -Nya & aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adl hamba & utusan -Nya… Amma Ba’du:

Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Al-Aghrul Mizani RA bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya aku (terkadang) merasakan kegalauan di dalam hatiku, & sungguh aku beristighfar kpd Allah dalam satu hari seratus kali”.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam sunannya dari Abdullah bin Umar berkata, “Sungguh kita menghitung bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seratus kali mengucapkan:.

رب اغفرلي وتب علي إنك أنت التواب الرحيم

Ya Allah ampunilah aku, & berilah taubatmu kepadaku sesungguhnya Engkau Maha Memberi taubat & Maha Penyayang”.

Syikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Seorang selalu berada di antara nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala yg wajib disyukurinya, & dosa yg menuntut taubat, dalam kedua perkara inilah seorang hamba menjalani hidupnya setiap hari, manusia senantiasa hidup dalam nikmat & karunia Allah Subhanahu wa ta’ala & manusia senantiasa butuh kpd taubat, istighfar, oleh karena itulah penghulu anak Adam & imam orang-orang yg bertaqwa, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu beristighfar kpd Allah dalam semua kondisi”.

Allah Subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan hamba-hamba -Nya yg beriman utk beristighfar & Allah-pun menjanjikan mereka dgn ampunan. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ إِنَّ اللهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا

dan mohonlah ampun kpd Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”. (Al Qur’an Surat: Al-Nisa’: 106. Allah SWT) berfirman:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tdk ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah & mohonlah ampunan bagi dosamu & bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki & perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha & tempat tinggalmu. (Al Qur’an Surat: Muhammad: 19).

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman;

وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ إِنَّ اللهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Dan mohonlah ampunan kpd Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Qur’an Surat: Al-Muzzammil: 20).

Istighfar itu boleh utk diri sendiri & orang lain, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

(Malaikat-malaikat) yg memikul Arasy & malaikat yg berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya & mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yg beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat & ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kpd orang-orang yg bertobat & mengikuti jalan Engkau & peliharalah mereka dari siksaan neraka yg menyala-nyala,( Al Qur’an Surat: Gafir: 7)

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ

Dan orang-orang yg datang sesudah mereka (Muhajirin & Ansar), mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami ampunan & saudara-saudara kami yg telah beriman lbh dahulu dari kami.” (Al Qur’an Surat: Al-Hasyr; 10)

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila anak Adam meninggal maka akan terputuslah segala amalnya kecuali 3 perkara: Shadaqah jariyah, ilmu yg bermanfaat & do’a anak shaleh yg selalu berdo’a untuknya”.

Tidak boleh memintakan ampun bagi orang-orang yg musyrik walaupun dia sbg kekasih atau kerabat. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُواْ أُوْلِي قُرْبَى مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلاَّ عَن مَّوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لأوَّاهٌ حَلِيمٌ

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi & orang-orang yg beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adl kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adl penghuni neraka Jahanam. (114)Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) utk bapaknya, tdk lain hanyalah karena sesuatu janji yg telah diikrarkannya kpd bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adl musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adl seorang yg sangat lembut hatinya lagi penyantun. (Al Qur’an Surat: Al-Taubah: 13-14).

Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah RA berkata, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengunjungi kubur ibunya lalu beliau menangis & membuat para shahabat yg lainpun menjadi menangis, & beliau bersabda, “Aku meminta izin kpd Tuhanku agar aku memintakan ampun bagi ibuku namun Dia tdk mengizinkan aku, & aku meminta izin utk berziarah ke kuburnya maka Dia mengizinkan aku, berziarahlah ke kubur sebab hal tersebut mengingatkan kalian kpd akherat”.

Allah Subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa istighfar utk mereka tdk akan memberikan manfaat apapun & Allah Subhanahu wa ta’ala tdk akan menerimanya dari orang yg melakukannya, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لاَ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِن تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَن يَغْفِرَ اللهُ لَهُمْ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُواْ بِاللهِ وَرَسُولِهِ وَاللهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tdk kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendati pun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tdk akan memberi ampun kpd mereka. Yang demikian itu adl karena mereka kafir kpd Allah & Rasul-Nya. Dan Allah tdk memberi petunjuk kpd kaum yg fasik. (Al Qur’an Surat: Al-Taubah: 80)

Dan bacaan-bacaan istighfar itu sangat byk , & telah disebutkan di dalam hadits riwayat Abu Dawud dari Nabi Muhammad SAW, di antaranya adl apa yg diriwayatkan oleh Abu Dawud dari hadits Zaid RA, budak Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa dia mendengar Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yg mengucapkan:

أستغفر الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه

“Aku meminta ampun kpd -Mu Ya Allah, Yang tiada tuhan yg berhak disembah selain Dia, Dialah Yang Maha Hidup & Yang berdiri sendiri, & aku bertaubat kpd -Nya”. Maka akan diampuni dosanya sekalipun dia berlari dari peperangan”.

Dan ucapan istighfar yg paling afdhol adl bacaan istighfar yg diriwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam kitab shahihnya dari Syaddad bin Aus berkata, “Penghulu istighfar itu adl seorang hamba mengucapkan:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

“Ya Allah! Engkau adl Tuhanku, tdk ada Tuhan yg berhak disembah kecuali Engkau, Engkau-lah yg mencip-takan aku. Aku adl hamba -Mu. Aku akan setia pd perjanjianku dgn -Mu semampuku. Aku berlindung kpd -Mu dari kejelekan yg kuperbuat. Aku mengakui nikmat -Mu kepadaku & aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yg mengampuni dosa kecuali Engkau.”

Barangsiapa yg membacanya pd waktu siang dgn penuh keyakinan lalu dia meninggal pd siang hari itu sebelum memasuki waktu sore maka dia termasuk penghuni surga, & barangsiapa yg membacanya pd waktu malam dgn penuh keyakinan & dirinya meninggal sebelum memasuki waktu pagi maka dia termasuk penghuni surga”.

Istighfar disyari’atkan pd setiap waktu, & wajib bagi orang yg beristighfar utk menjauhkan diri dari perbuatan dosa saat terjebak ke dalam dosa, dia harus istighfar darinya. Istighfar juga dianjurkan setelah mengerjakan amal shaleh, agar dia dpt menutupi kekurangan yg ada padanya, seperti beristighfar 3 kali setelah selesai menunaikan shalat, sebagaimana yg telah dijelaskan sebelumnya, istighfar pd saat menjalankan ibadah haji. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

ثُمَّ أَفِيضُواْ مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُواْ اللهَ إِنَّ اللهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang byk (Arafah) & mohonlah ampun kpd Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Qur’an Surat: Al-Baqarah: 199.)

Dan waktu istighfar yg paling baik adl pd waktu akhir malam. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).”. (Al Qur’an Surat: Al-Dzariyat): 18. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُواْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ اللهَ فَاسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللهُ وَلَمْ يُصِرُّواْ عَلَى مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُونَ أُوْلَـئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

Dan (juga) orang-orang yg apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka & siapa lagi yg dpt mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tdk meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka & surga yg di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; & itulah sebaik-baik pahala orang-orang yg beramal. (Al Qur’an Surat: Ali Imron: 135-136).

Al-Fadhl bin Iyadh berkata: “Istighfar yg tdk dibarengi dgn menjauhkan diri dari dosa adl taubatnya orang yg dusta, sama seperti apa yg dikatakan oleh Rabi’atul Adawiyah: Istighfar kita membutuhkan istighfar yg byk .

Istighfar adl sebab bagi turunnya hujan, mendatangkan harta & anak. Allah Subhanahu wa ta’ala berfiraman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا * يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا * وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا

“Maka aku katakan kpd mereka: “Mohonlah ampun kpd Tuhanmu, sesungguhnya Dia adl Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dgn lebat, & membanyakkan harta & anak-anakmu, & mengadakan untukmu kebun-kebun & mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (Al Qur’an Surat: Nuh: 10-12)

Istighfar adl sebab bagi tertolaknya bencana. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَا كَانَ اللهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Dan Allah sekali-kali tdk akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”. (Al Qur’an Surat: Al-Anfal: 33).

Ali bin Abi Thalib RA berkata, “Tidaklah sesuatu bencana diturunkan kecuali karena adanya dosa & tdk ada yg mengangkatnya kecuali taubat”. Abu Musa berkata, “Kita memiliki 2 perkara yg menjamin kemamanan kita, & telah pergi salah satu dari keduanya, yaitu keberadaan Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah-tengah kita & tinggallah istighfar masih bersama kita, maka jika dia pergi binasalah kita ini”.

Istighfar adl sebab turunnya rahmat Allah SWT. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

قَالَ يَا قَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dia berkata: “Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kpd Allah, agar kamu mendapat rahmat”. (Al Qur’an Surat: Al-Naml: 46)

Isitgfar adl penghapus dosa di dalam majlis. Diriwaytkan oleh Al-Tirmidzi di dalam sunannya dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yg berada pd sebuah majlis yg terjadi padanya keributan, lalu sebelum dirinya bangkit dari majlis itu hendaklah dia membaca:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memuji -Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yg berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun & bertaubat kpd -Mu.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat & salam tetap tercurahkan kpd Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam & kpd keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.

Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi, Terjemah : Muzaffar Sahidu