Mozaik Islam

Menjaga Akidah Islam dan Menghargai Kebhinekaan demi Masyarakat yang Harmonis dan Sejahtera dalam Bingkai NKRI

Hukum Meminta-minta

Segala puji bagi Allah, shalawat & salam kpd Rasulullah saw, & aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yg berhak disembah dgn sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa & tiada sekutu bagiNya, & aku bersaksi bahwa Muhammad adl hamba & utusanNya. Wa Ba’du:

Di antara sifat buruk yg dijauhi oleh syara’ adl meminta-minta kpd manusia, yg dimaksud meminta-minta adl inisiatif seseorang utk meminta-minta kpd orang lain harta & segala kebutuhannya pd mereka tanpa ada kebutuhan & tuntutan yg mendesak, sebab meminta-minta mengandung kehinaan kpd selain Allah Azza Wa Jalla.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

(Berinfaqlah) kpd orang-orang fakir yg terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tdk dpt (berusaha) di bumi; orang yg tdk tahu menyangka mereka orang Kaya Karena memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dgn melihat sifat-sifatnya, mereka tdk meminta kpd orang secara mendesak. & apa saja harta yg baik yg kamu nafkahkan (di jalan Allah), Maka Sesungguhnya Allah Maha Mengatahui. Al Qur’an Surat: Al-Baqarah: 273

Ibnu Katsir berkomentar ketika menafsirkan ayat di atas: Allah berkehendak agar mereka tdk memelas dalam meminta-minta & mereka tdk memaksa manusia dgn sesuatu yg mereka tdk butuhkan, sebab orang yg meminta-minta padahal dia memiliki sesuatu yg bisa mencegahnya dari meminta-minta maka sungguh dia termasuk orang yg meminta-minta kpd manusia secara memaksa.

Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Bukanlah orang yg miskin orang yg berkeliling meminta-minta, yaitu orang yg berkeliling kpd orang lain utk meminta-minta lalu dia ditolak satu suap atau 2 suap atau satu biji korma & 2 biji kurma. Lalu mereka bertanya: Siapakh orang yg miskin tersebut wahai Rasulullah?. Beliau bersabda: Orang yg tdk memilki apa yg mencukupinya & dia tdk pandai mencar lalu orang-orang bersedeqah kepadanya serta tdk meminta kpd orang lain sesuatu apa pun”.

Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yg meminta-minta harta orang lain utk dikumpulknnya maka sungguh dia telah meminta barak api jahannam, maka hendaklah dia mempersedikitnya atau memperbanykanya”.

Abu Hamid Al-Gozali berkata: Pada dasarnya meminta-minta itu adl haram, namun dibolehkan karena adanya tuntutan atau kebutuhan yg mendesak yg mengarah kpd tuntutan, sebab meminta-minta berarti mengeluh terhadap Allah, & di dalamnya terkandung makna remehnya nikmat yg dikaruniakan oleh Allah kpd hamabaNya & itulah keluhan yg sebenarnya. Pada meminta-minta terkandung makna bahwa peminta-minta menghinakan dirinya kpd selain Allah Ta’ala & biasanya dia tdk akan terlepas dari hinaan orang yg dipinta-pinta, & terkadang dia diberikan oleh orang lain karena factor malu atau riya, & ini adl haram bagi orang yg mengambilnya”.

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bagi kita orang yg boleh meminta-minta. Dari Qubaishoh ra bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya meminta-minta tdk halal kecuali bagi salah seorang dari 3 golongan: Orang yg menanggung tanggungan hutang, dia halal meminta sehingga menyelesaikan tanggungannya kemudian menahan dirinya, & seorang lelaki yg ditimpa musibah pd hartanya, & boleh baginya meminta-minta sehingga dirinya mencapai kemampuan utk hidup & seorang yag ditimpa kemiskinan setelah kaya sehingga 3 orang yg berakal dari kaumnya berkata: Sunnguh si fulan telah ditimpa kemiskinan, & boleh baginya meminta-minta sehingga dia mampu hidup. Selain 3 orang ini wahai Qubaishah, adl harta haram yg dimakan oleh pelakunya secara haram”.

Dari Samuroh bin Jundub ra bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya meminta-minta sama seperti seseorang menggores wajahnya sendiri kecuali jika dia meminta kpd penguasa atau meminta karena darurat”.

Ashan’ani berkata: Adapun meminta kebutuhan kpd penguasa maka hal itu tdk tercela, sebab dia meminta haknya sendiri dari baitul mal (kas Negara) & seorang penguasa tdk berhak mneyebut-nyebut pemberiannya kpd orang yg meminta sebab dia adl seorang wakil, kedudukannya sama seperti seseorang yg meminta wakilnya agar dia mengembalikan hak yg masih berada di tangannya.

Dan dia juga berkata: Secar zahir dari hadits di atas diharamkannya meminta-minta kecuali bagi 3 orang yg disebutkan di dalam hadits riwayat Qubaisah atau peminta-minta itu adl penguasa.8

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan standar kaya yg mengharamkan seseorang meminta-minta. Dari Sahl bin Hanzhalah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangiapa yg meminta-minta padahal dia memiliki apa yg membuatnya berkecukupan maka sesungguhnya dia memperbanya meminta neraka jahannam. Para shahabat bertanya: Apakah standar yg menjadikan seseorang berkecukupan?. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apa yg bias membuat dia makan & menyambung hidupnya”.

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa sesuatu pekerjaan sekalipun berat & upah yg didapatkan darinya sedikit maka hal itu lbh baik daripada mengemis.

Dari Zubair bin Awwam ra bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sungguh salah seorang di antara kalian memikul kayu bakar di atas punggungnya lalu menjualnya & Allah menjaga wajahnya dgn hal tersebut dari (meminta-minta) lbh baik baginya daripada mengemis kpd orang lain apakah mereka memberinya atau menolaknya”.

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa orang yg meminta-minta bukan karena tuntutan & kebutuhan yg mendesak maka sungguh dia telah membuka bagi dirinya pintu kemiskianan. Dari Abi Kabasyah AL-Anmari ra bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tiga kelompok orang aku bersumpah atas mereka, beliau menyebutkan di antaranya : “Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu meminta-minta kecuali Allah akan membuka bagi dirinya pintu kefakiran”.

Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membai’at sebagaian shahabatnya agar mereka tdk meminta apapun dari manusia.

Dari Auf bin Malik ra berkata: Kita bersama sembilan atau delapan atau tujuh orang di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Beliau bertanya: Apakah kalian tdk membai’at Rasulullah saw?”. Padahal kami baru membai’at beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam Kami berkata kpd beliau: “Kami telah membai’atmu wahai Rasulullah saw”. Kemudian beliau bersabda: Apakah kalian tdk membai’at Rasulullah saw?. Auf berkata: Maka kamipun membentangkan tangan kami & kami berkata “Kami telah membai’atmu wahai Rasulullah saw, pd apakah kami membai’atmu?”. Beliau bersabda: Agar kalian menyembah Allah & tdk mempersekutukannya dgn sesuatu apa pun & beliau menyebutkan dgn sebuah kalimat secara rahasia: “dan janganlah kalian meminta apapun kpd manusia”. Maka sungguh aku melihat sebagian mereka apabila cemeti salah seorang mereka terjatuh maka mereka tdk meminta kpd orang lain mengambilkannya”.

Dari Tsauban ra bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Siapakah yg mau menerima dariku satu perkara dengannya aku memohaon agar diberikan surga. Tsauban berkata: Aku wahai Rasulullah”, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Janganlah engkau meminta apapun kpd manusia”. Perawi berkata: Terkadang cemeti Tsauban terjatuh & dia berada di atas ontanya namun dia tdk meminta kpd siapapun utk mengambilkannya akan tetapi dia turun dari kendaraannya lalu mengambil cemeti tersebut”.13

Dan para shahabat mengambil petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg mulia & mereka tdk meminta kpd manusia harta apapun dari manusia.

Dari Hakim bin Hizam ra berkata: Aku meminta kpd Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliaupun memberiku, & akupun kembali meminta & beliaupun kembali memberiku lalu aku kembali meminta & beliaupun tetap memberiku, kemudian beliau bersabda: Wahai Hakim sesungguhnya harta ini manis & hijau menggiurkan, maka barangsiapa yg mengambilnya dgn jiwa yg deramwan maka dia akan diberikan keberkahan padanya & barangsiapa yg mengambilnya dgn jiwa yg ambisi maka dia tdk diberkahi padanya seperti orang yg makan makanan namun dia tdk kenyang & tangan yg di atas (memberi) lbh baik dari tangan di bawah (penerima). Hakim berkata: Wahai Rasulullah: Demi Zat yg mengutusmu dgn kebenaran, saya tdk akan meminta kpd seorangpun setelahmu sehingga aku meninggalkan dunia ini. Maka Abu Bakar ra memanggil Hakim utk diberiikan sesuatu namun dia enggan menerimanya, kemudian Umarpun memanggilnya utk diberikan sesuatu namun diapun enggan utk menerimanya, lalu Umar berkata: Aku mempersaksikan kalian wahai kaum muslimin bahwa sesungguhnya aku telah menawarkan haknya dari harta rampasan perang ini namun dia enggan menerimanya. Maka Hakim tdk pernah meminta dari seorangpun setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga Allah mewafatkannya ra”.

Dari Abi Sa’id Al-Khudri ra bahwa beberapa orang meminta Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliaupun memberi mereka lalu mereka kembali meminta kpd beliau & beliaupun memberinya, kemudian mereka kembali meminta kpd beliau & beliaupun memberinya, sehingga habislah apa yg ada padanya, lalu beliau bersabda: Harta apapun yg ada padaku maka aku tdk pernah menyimpannya dari diri kalian, maka barangsiapa yg iffah (menjaga dirinya) maka Allah akan mengkaruniakannya sifat iffah & barangsiapa yg merasa berkecukupan maka Allah akan memerikan kecukupan baginya, barangsiapa yg berusaha bersabar maka Allah akan memberikan kesabaran baginya & tidaklah seseorang diberikan sesuatu yg lbh baik & lbh luas dari kesabaran”.

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam & shalawat serta salam kpd Nabi kita Muhammad, kpd keluarga & seluruh para shahabatnya.

Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi, Terjemah : Muzaffar Sahidu